
Muhammad Imamul Ikhlas, seorang pejuang sejati yang berdarah Tapanuli Selatan [ibunya] & minang[bapaknya], seorang anak yang handal dalam memancing, baik itu memancing emosi, memancing keributan dengan adiknya atau bahkan memancing ikan di sungai. Dulu pernah katanya Imam dapat udang besar waktu mancing di sungai dengan bapak dan tulang godangnya [pamannya].
Imam lahir pada tanggal 05 Juni tahun 2000 di kota Duri. Saat ini Imam duduk di kelas 3 SD Mutiara di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis di Propinsi Riau.
Imam mempunyai hobi yang “unik”, yaitu makan. Apalagi dengan lauk ayam. hehe… setiap berangkat sekolah Imam sarapan dulu di rumah, tapi sesampainya di sekolah dia langsung ke kantin sekolah, lho ngapain mam??? Wuakakaka…
Ternyata makan lagi nek! Istirahat sekolah langsung makan di kantin, pulang sekolah makan, sore makan bakso Agus yang setiap sore lewat di depan rumah dan malamnya? Ya makan lagi… hebatkan??? Hehe . . .
Pernah pada suatu hari, Imam jatuh sakit. Tiba – tiba saja selera makannya menurun 360`(derajat), wah semua keluarga pada panik. Semua makanan favoritnya mulai diabsen, mulai dari ayam yang (Kentucky, bakar, goreng), bakso Agus, soto medan, nasi goreng Oyon, sate, de el el, dll. Namun tak ada satu pun yang hadir di wajah manisnya. Tapi setelah sembuh, Imam kembali dengan hobi “unik”nya lagi.
So, GAS TERUS MAM !!!
OYA, Cita – citanya setelah besar nanti katanya mau jadi kontraktor yang handal dan professional di bidangnya.
Amin ya robbal alamin . . .